Search for:
Mahasiswa Al-Ahgaff Angkatan 19 Luncurkan Buku Balaghoh Jilid Dua Versi Bahasa Indonesia
Tarim – Sabtu (14/10) para mahasiswa Indonesia Al-Ahgaff angkatan ke 19 menggelar acara launching buku Ilmu Balaghoh jilid dua versi Bahasa Indonesia yang bertempat di aula mini asrama Dakhili Al-Ahgaff Tarim. Angkatan ke 19 yang berwadahkan organisasi “Garuda19” ini sebelumnya juga telah menerjemahkan dan meluncurkan buku jilid pertama pada beberapa bulan lalu.
Buku ini merupakan karya dosen Al-Ahgaff, Sayyid Abdullah Husein Alaydrus yang sampai saat ini menjadi materi tetap mata kuliah Balaghoh semester 6 dan 7. Jilid pertama dari buku ini mengenalkan tentang kefasihan kata dan kalimat, definisi hakikat dan majaz, hingga bab tasybih. Adapun jilid kedua fokus pada pembahasan seputar dunia syair, macam-macam gaya bahasa; sepeti majaz, metafora, personifikasi, hiperbola hingga macam-macam plagiarisme di akhir bukunya.
Ketua Garuda19, Agus Azro, dalam sambutannya mengatakan; bahwa kehidupan sehari-hari masyarakat di Hadhramaut ini tidaklah lepas dari dunia sastra. Di setiap majelis ilmu, acara maulid, halaqat, dan sowan ulama pasti dibacakan qasidah dengan bait-bait syair yang menggugah jiwa. Maka, menurut dia, tentu tidaklah berlebihan jika Hadhramaut ini dijuluki tanah sastra, syair dan qasidah.
“Kalau kita perhatikan, banyak sekali ulama-ulama Hadhramaut yang juga seorang penyair handal. Seperti Imam Al-Haddad dengan kitab Diwan-nya, Imam Al-Habsyi dengan Simtud Durar-nya, sampai era saat ini ada Habib Umar bin Hafidz dengan Dhiyaul Lami-nya”. Ujar pria asal Surabaya yang juga menjabat kepala Divisi Infokom PPI Hadhramaut ini.
Sementara dari ketua Tim Terjemah Garuda 19, M.Burhanuddin, dalam sambutannya ia mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh anggota Tim Terjemah yang rela mengorbankan waktu, fikiran dan tenaganya untuk mewujudkan karya ini, terlebih Afton Asykurullah sebagai tim sukses utamanya.
Hadir di acara ini Sekjend PPI Yaman Jihadul Muluk, ketua PPI Hadhramaut Muhammad Azhari, ketua FLP Hadhramaut Taufiq Karim, ketua PCI NU Yaman Ustadz Tetra Ar-Rahman, Rais FMI Yaman Sayyid Husein Assegaff, ketua AMI Al-Ahgaff Sutrisno dan para tamu undangan lainnya.
Acara yang dimulai tepat seusai salat Isya ini berakhir pada pukul 21.00 KSA. Ditutup dengan doa maulid, lalu foto bersama dan sesi ramah tamah di penghujung acaranya.
PENGUMUMAN JUARA SCMI 3 2017

Assalamualaikum wr.wb. hello sahabat PPI salam perhimpunan…. ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐ŸปGimana kabar kalian? Semoga senantiasa dalam lindungan Allah yah ๐Ÿ˜Š
.
.
๐Ÿฅˆ *Juara 2 : Dengan judul naskah “Lelaki Pengibar Bendera” by Susanawati*
.
๐Ÿฅ‰ *Juara 3 : Dengan judul naskah “Pelangi di Mata Maria” by Septiani*
.
+967 772 455 277 (Ahmad Rizki/ketua panitia penyelenggara SCMI 3)
Akhir kata, salam perhimpunan dan salam literasi dari bumi Hadhramaut !!! ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

Kami dari Panitia ๐ŸŽ–๐ŸŽ–๐ŸŽ–Sayembara Cerita Mini Internasional 3 PPI Hadhramaut dan FLP Hadhramaut๐ŸŽ–๐ŸŽ–๐ŸŽ–ingin mengumumkan Juara *SCMI3* 2017. Setelah melalui tahap penjurian dengan persaingan naskah yang sangat ketat, akhirnya dewan juri memutuskan para juara SCMI 3 2017 PPI Hadhramaut dan FLP Hadhramaut adalah sbb : 
๐Ÿฅ‡ *Juara 1 : Dengan judul naskah “Maafkan Kebisuanku” by Murni Oktarina*
Nb: Para pemenang harap mengkonfirmasi via WA dengan no.
Selamat dan sukses untuk para juara. Semoga semakin memicu semangat dalam menulis, berdakwah dengan pena!
Kami memohon maaf sedalam-dalamnya atas keterlambatan pengumuman juara serta segala kekurangan kami๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป. Ucapan terima kasih kami haturkan kepada semua pihak yang telah turut ikut serta dalam mensukseskan sayembara ini.
Wassalamualaikum wr. wb.
Sunnah dan Bidโ€™ah
(Kodifikasi Daurah Romadloniyah bersama Habib Abdullah Baharun)
Di antara masalah yang sering diungkit-ungkit oleh Kaum Wahabi adalah pembahasan sunnah dan bidโ€™ah. Menurut mereka, bidโ€™ah adalah setiap perkara yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi Saw. yang berkaitan dengan perihal ibadah.
Baiklah! Jika memang demikian, zaman yang kita alami saat ini berbeda total dengan apa yang terjadi di masa Rasulullah Saw. Seperti pembangunan masjid sebagai temapat ibadah, tidak sama dengan masjid Nabi yang terbuat dari jerami dan tanah liat. Dulu Nabi menetapkan waktu salat dengan cara-cara tertentu, seperti melihat fajar, lengsernya matahari dari garis katulistiwa, terbenamnya matahari, dan semisalnya. Namun sekarang, kalian bisa mengetahui waktu salat dengan menggunakan aplikasi hp.
Begitu juga adzan dengan menggunakan mikrofon, tidak ada pada zaman Nabi Saw. Jadi, bukan hanya maulid saja yang tidak ada di zaman Nabi, melainkan semua yang mereka lakukan sekarang ini, juga tidak pernah ada di zaman Nabi Saw. Dan itu semua sama-sama berkaitan dengan ibadah dan mungkin sekali untuk disesuaikan dengan apa yang ada pada masa Nabi Saw. Lantas apakah semua itu adalah bidโ€™ah, sesat, dan neraka? Tentu saja, hal semacam ini merupakan hasil kesalahan dalam mendefinisikan bidโ€™ah itu sendiri.
Definisi bidโ€™ah yang dilarang oleh Nabi Saw. adalah melakukan sebuah amalan ibadah dengan perkara yang diharamkan oleh Allah Swt. Sebagai contoh dari bidโ€™ah tersebut ialah aksi bom bunuh diri yang mengakibatkan terbunuhnya orang lain dengan alasan mengharap surga. Padahal Allah Swt. telah berfirman,
๏ดฟูˆูŽู…ูŽ ุฃ ู† ูŠูŽ ุฃ ู‚ุชู ุฃ ู„ ู…ู ุฃู‹ ู…ูู†ู‹ุง ู…ูุชูŽุนูŽู…ู‘ูุฏู‹ุง ููŽุฌูŽุฒูŽุงุคูู‡ู ุฌูŽู‡ูŽู†ู‘ูŽู…ู ุฎูŽุงู„ูุฏู‹ุง ูููˆู‡ูŽุง ูˆูŽุบูŽุถูุจูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽ ุฃ ูˆู‡ู ูˆูŽู„ูŽุนูŽู†ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽุนูŽุฏู‘ูŽ ู„ูŽู‡ู ุนูŽุฐูŽุงุจู‹ุง ุนูŽุธููˆู…ู‹ ๏ดพ
Artinya, โ€šDan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya, dan Allah murka kepadanya, mengutukinya, serta menyediakan azab yang besar baginyaโ€› (QS. An-Nisaโ€™: ).
11
Terus bagaimana dia berkata akan masuk surga, sedangkan ayat tersebut jelas-jelas mengandung larangan untuk membunuh orang lain?! Inilah bidโ€™ah yang sesat, yang dimaksudkan oleh Nabi Saw.
Termasuk perkara bidโ€™ah yang dilarang adalah โ€šAt-Takfirโ€› (baca: mengkafirkan orang Islam). Tradisi mengkafirkan orang lain merupakan sebuah keharaman menurut konsensus (baca: kesepakatan) para ulama. Demikian pula mencaci maki para sahabat seperti yang dilakukan oleh orang-orang Syiโ€™ah, juga termasuk bidโ€™ah yang diharamkan. Membenci sesama umat Islam dan memecahkan persatuan mereka, juga tergolong bidโ€™ah. Dengan demikian, Wahabiah, Syiah, ISIS, Al-Qaedah, dan semisalnya adalah al-Mubtadiโ€™ah (para ahli bidโ€™ah), sebab mereka melakukan keharaman, menganggap, dan menyakini keharaman tersebut sebagai sebuah ibadah. Mereka bukanlah Ahlussunnah, karena Ahlussunnah wal Jamaโ€™ah adalah mayoritas umat Islam di seluruh dunia, baik dari kalangan Hanafiah, Malikiah, Syafiโ€™iah, dan Hanabilah. Mereka (Ahlussunnah) disatukan oleh ilmu yang diwariskan oleh Nabi Saw.
DOA PELAJAR YAMAN UNTUK ROHINGYA

Yaman – Minggu (17/09) pelajar Indonesia di Yaman menggelar istighatsah bersama untuk kemenangan kaum muslimin di Burma, Myanmar bertempat di Auditorium Fak. Syariah dan Hukum, Universitas Al Ahgaff, kota Tarim.
Acara yang diprakarsai oleh Ppi Yaman bekerjasama dengan seluruh organisasi yang berbasis di Bumi Balqis ini turut dihadiri Syeikh Abdul Qadir Muhammad Alaydrus, bersama putranya yang sekaligus Direktur Madrasah Alaydrus lil Qiraat, Dr. Abdullah Abdul Qadir Alaydrus.
Acara dimulai pukul 21.05 KSA yang diawali dengan khataman Al Quran. Dalam hal ini, pembacaan kalam mulia itu dipandu langsung oleh Sekretaris Ppi Hadhramaut, Syarifuddin Turmudzi. Kemudian, acara berlanjut dengan pembacaan doa bersama; doa Syeikh Abdul Qadir Al Jailani dan Hizib Nash Al Habib Abdullah Alwi Al Haddad.
Berlanjut ke kata sambutan, Dr. Abdullah menuturkan bahwa segala kemenangan di dunia ini datangnya hanyalah dari Allah swt. Begitu juga kemenangan kaum muslim di negara Myammar. Meski begitu, namun, berdoa dan beristighatsah merupakan salah satu gerbang menuju kemenangan itu. Tak sekedar itu, berdoa juga merupakan pangkal segala ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.
“Ad-dua’ mukkhul ‘ibadah. Karena disana disebutkan nama-nama Allah swt yang Maha Agung. Dan yang sangat penting itu adanya keyakinan di hati kita bahwa Allah akan mengabulkan permintaan hamba-hambaNya,” ujar dosen Al Ahgaff itu.
Beliau juga menegaskan bahwa tak selamanya doa itu cepat dikabulkan. Contoh krongkritnya seperti Nabi Musa alaihisalam, yang mana doanya baru dikabulkan oleh Allah swt setelah 40 tahun lamanya. Selain, itu untuk cepat dikabulkan doa juga perlu didukung oleh beberapa faktor eksternal, diantaranya yaitu memilih waktu dan tempat yang pantas untuk berdoa.
Sementara itu, Sekjen Ppi Yaman, Jihad El-Mulk Benthaleb dalam sambutannya berterimakasih kepada para hadirin, serta meminta maaf atas segala kekurangan. Majelis ditutup dengan pembacaan doa oleh Syeikh Abdul Qadir Alaydrus. (AR)
TARIM TAK MAU KETINGGALAN
Fuad Syarif (Pelajar Indonesia di Madrasah Al Idrus, Tarim, Hadhramaut)
Arafah adalah inti dari Ibadah Haji. Seperti pernyataan singkat Nabi, ketika ditanya oleh sekelompok orang Najed tentang haji “AL HAJJU ARAFAH” dengan tegas dan tanpa banyak kata Nabi menjawab. Cerita singkat ini termaktub dalam Hadits Riwayat at Tirmidzi no. 889, an Nasa’i no. 3016, dan Ibnu Majah no. 3015
Dalam madzhab Syafi’i menyebutkan jika seorang suami mengatakan kepada istrinya : “saya talak kamu pada hari paling utama”, maka talak itu jatuh pada hari Arafah. Menunjukkan bahwa hari Arafah adalah hari yang agung dan mulia
Banyak hadits menunjukkan kemuliaan Arafah, salah satunya diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah yang artinya : “Tidak ada hari di mana Allah Suhbanahu Wata’ala membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada hari Arafahโ€ [HR. Muslim no. 1348]
Sahabat Abdullah bin Amr juga meriwayatkan : “Sebaik-baik doa adalah doa hari Arafah, dan sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa โ€˜ala kulli syaiin qadir.โ€ [HR. at-Tirmidzi no. 3585]
Dan masih buaanyak hadits-hadits yang lain menunjukkan keangungan hari Arafah. Tentunya tak perlu Ana menulis terlalu banyak hadits disini, hanya untuk meyakinkan keagungannya. Bahkan ada yang mengatakan : “Berdosalah org yg telah sempurna melakukan wukuf di Arafah, sedang ia meyakini masih terdapat dosa didalam dirinya”
Tanggal 9 Dzulhijjah berkumpul manusia dari seluruh penjuru dunia di padang Arafah dan sedang melaksanakan Fardhu ibadah haji. Masyarakat Tarim yg sudah tahu betul impresifnya Arafah, tidak mau ketinggalan dengan semua keistimewaan itu, mereka juga menyelenggarakan Wakuf
Ketidak mampuan mereka melaksanakan ibadah haji dengan segala kendalanya, tidak memadamkan semangat berhaji mereka. Sore ini masyarakat Tarim berkumpul di sebuah halaman luas di Mantiqah Khileh dekat Rumah Habib Salim Asy Syatiri, pas disebelah barat Masjid Maula Khileh. Berpuasa, berdzikir, dan berdoa hampir seperti jamaah haji yang wukuf di Arafah
Wukuf amaliyah Ahlu Tarim ini adalah Rasam yg telah berjalan dari zaman ke zaman, bukan hal baru. Berpangkal kepada Sayyidina Abbas bin Abdul Muthalib paman Nabi, ia mengumpulkan para Sahabat yg tdk melaksanakan haji di sebuah Masjid, Tasyabbh bi Ahl Arafah. Dan kemudian dilestarikan oleh Imam Ahmad bin Hambal. Sangat menakjubkan jika hal ini terealisasi di Indonesia, sebagai ummat Islam terbesar di dunia.
Setelah serangkaian acara dzikir dan doa selesai, lalu dipungkas dengan ceramah ilmiah Habib Ali Masyhur bin Hafidz Mufti Tarim, dan shalat Maghrib berjamaah di tempat Wakuf.
Tak banyak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, susunan acaranya, cuaca panasnya, dan membludaknya hadirin. Satu perbedaan yg signifikan selama dua tahun terakhir ini menurut Ana pribadi, yaitu tidak adanya Asya’. Huh…!! Asya’ dgn masakan sendiri lagi deh…
*Sumber :
1. Chat WA penulis dgn Habib Umar bin Hamid Ba Alawi
2. Ceramah Syekh Shaleh Bafadal, di Masjid Rubat.
Pelajar Indonesia di Institut Al-Aydrus Tarim Bentuk Wadah Organisasi

Tarim – Acara pembentukan wadah organisasi para pelajar Indonesia yang sedang studi di Institut Al-Aydrus Tarim dihelat Senin malam (28/8) di aula mini Institut. Wadah ini mereka namai Ikatan Pelajar Indonesia di Institut Al-Aydrus dengan nama singkat IKAPI.
Ketua IKAPI, M. Abdul Muhith, B.Sc., adalah pelajar Institut Al-Aydrus program tahfiz Alquran asal Jawa Tengah yang juga merupakan alumnus Universitas Al-Ahgaff 2016 dan mantan Sekjend PPI Yaman periode 2015-2016.
Organisasi yang saat ini menaungi 77 pelajar asal Indonesia ini pada malam itu diresmikan langsung oleh pimpinan Institut, Sayyid Dr. Abdullah Abdul Qadir Alaydrus. Dalam sambutannya, Dr. Abdullah menegaskan bahwa dibentuknya organisasi pelajar seperti ini salah satunya adalah untuk bekerjasama melakukan hal-hal positif. Karena, lanjut beliau, suatu hal positif yang manfaatnya besar tidak akan optimal jika dilakukan oleh satu orang secara individual.
Di sela-sela sambutannya itu, beliau juga mengingatkan bahwa organisasi IKAPI ini secara tidak langsung membawa nama baik Indonesia di mata masyarakat Yaman, khususnya kota Tarim.
“organisasi seperti ini bisa mencerminkan citra negeri kalian, jika baik maka citra negeri kalian ikut baik, dan sebaliknya, jika buruk maka buruk. Maka jaga dan buatlah kesan membanggakan untuk negeri kalian”, ujar pimpinan Institut Al-Aydrus yang juga merupakan dosen aktif Universitas Al-Ahgaff Tarim ini.
Institut Al-Aydrus Tarim merupakan lembaga pendidikan yang mempunyai 4 program unggulan. Yakni program Tahfiz Alquran, program Qiraat Sab’ah, program Ilmu Syariah dan program Kelas Bahasa Arab untuk pemula non Arab yang ingin memahami kaedah bahasa Arab.
Hadir di acara itu Sekjend PPI Yaman, Jihadul Muluk dan ketua PPI Hadhramaut, Taufan Azhari. Acara yang juga dibarengi penyambutan pelajar baru yang datang dari Indonesia ini berjalan lancar mulai pukul 18.30 usai salat Magrib, dan sesi akhir diisi dengan hiburan Jalsah Marawis dan Tari Jafin yang berakhir pada pukul 21.30 waktu Yaman.
(Rizmy)
PERTEMUAN DENGAN KBRI YAMAN DI PERBATASAN YAMAN – OMAN
PERTEMUAN DENGAN KBRI YAMAN DI PERBATASAN YAMAN – OMAN

Shahen, Kamis (08/09) Ketua PPI Hadhramaut, Taufan Azhari bersama rekan anggotanya, Muhammad Nur Huda Hilda, menemui perwakilan KBRI Yaman, Bpk. Muhaimin A. Yasin dari Salalah, Oman di perbatasan antara Negara Yaman dan Oman.
Pertemuan tersebut dalam rangka pengambila Paspor WNI yang berada di Yaman. Sebanyak 29 Paspor baru, 3 SPLP, surat jalan, tanda terima Paspor dan titipan surat diterima oleh perwakilan PPI. Sedangkan berkas data pemohon Paspor, biaya pembuatan Paspor, serta surat permohonan legalisir nikah diterima oleh perwakilan KBRI Yaman.
Di pertemuan yang singkat itu, perwakilan PPI menyampaikan sebagian aspirasi WNI yang ada di Yaman terkhusus para Pelajar Indonsia di Yaman. Di antara poin yang disampaikan adalah salam dari para WNI untuk KBRI Yaman, menanyakan kabar para staff KBRI Yaman, pelayanan visa masuk Oman untuk WNI Yaman, kerinduan para WNI kepada KBRI, dll.
Poin-poin tersebut pun dijawab oleh perwakilan KBRI. “Alhamdulillah selama ini para staff KBRI baik-baik saja, sehat semua.” Jawab perwakilan KBRI tersebut. Selain itu katanya, untuk masalah visa Oman yang dinilai mahal bagi WNI Yaman dan untuk Malaysia gratis dikarenakan visa gratis tersebut notebenenya bukan visa biasanya, akan tetapi visa tersebut adalah tergolong visa pengungsi yang hubungannya langsung dengan Kemenlu Oman dan Kemenlu Malaysia. Sedangkan tentang KBRI Yaman yang masih berdomisili di Salalah, Oman dikarenakan mereka belum berani masuk ke negara Yaman denan alasan keamanan Yaman yang masih belum stabil. Untuk itu, sampai saat ini KBRI Yaman masih menghimbau agar WNI Yaman segera ikut program evakuasi pemerintah. Perwakilan PPI menyampaikan bahwa selama ini terkhusus para Pelajar Indonesia yang berdomisili di Hadhramaut selalu aman, lancar tanpa kendala. Kegiatan belajar mengajar berlangsing dengan baik, lancar, tanpa hambatan. “Untuk itu pak, apa tidak mau main sekedarnya menjenguk para WNI yang ada di Hadhramaut, bersilaturahim dan menjelaskan jika ada kabar dari pemerintah Indonesia?” Kata ketua PPI tsb. “Ia mas, bukannya apa-apa ini masalah diplomatik antar negara. Di Yaman tidak ada satu pun Duta Besar kecuali Iran. Itu pun tidak resmi. Semua kedutaan meninggalkan Yaman termasuk Indonesia. Nah, kami tidak mau ambil resiko jika ada salah satu staff kami yang masuk ke Yaman.” Kata perwakilan KBRI tersebut. “Baik kalo gitu, kami yang ingin main ke KBRI di Salalah bagaimana?”. “Itu juga sulit mas, sekarang keorganisasian yang ada di Yaman khususnya PPI kami himbau kalo bisa hanya bergerak di wilayah organisasi tersebut saja. Untuk itu, kami tidak bisa melayani jika itu menyangkut ke luar Yaman.” Jawab KBRI.
Tentang tidak adanya pengangkatan Duta Besar untuk Yaman beberapa waktu lalu oleh Bpk. Presiden lebih tepatnya KBRI Yaman tidak tahu. Akan tetapi jika selama ini Plt. Duta Besar masih bisa mengurusi dengan baik maka tidak perlu untuk mengangkat Dubes baru untuk Yaman.
Selama ini, semenjak konflik, WNI yang ada di Yaman hidup tanpa “orang tua Indonesia” layaknya negara-negara yang lain. Seperti di Suriah, walau konflik masih belum redup, tapi mereka punya “orang tua” yaitu Dubes yang selalu dekat dengan mereka.
Tentang WNI Yaman yang memperpanjang Paspor tidak diperbolehkan untuk mengikuti program evakuasi/pulang gratis dari pemerintah belum sempat tersampaikan. Akan tetapi, KBRI masih menghimbau WNI Yaman untuk segera pulang. Saat ini pun keuangan KBRI difokuskan untuk biaya kepulangan WNI Yaman. “Keuangan KBRI saat ini difokuskan untuk kepulangan WNI mas, makanya yang tadinya ada keuangan pembinaan WNI, pelayanan, dsb tidak diprioritaskan.”
Dan perpanjangan paspor dilayani sebagian besar karena untuk melanjutkan studi para pelajar yanh ada di Yaman. Dan jika sudah selesai program studinya, diharapkan agar segera pulang ke Indonesia.
Selama ini WNI yang ada di Yaman khususnya di Hadhramaut, Tarim dan sekitarnya selalu dilindungi Allah SWT. Belajar, ngaji, kehidupan tenang dan lancar seolah tidak terasa ada konflik sama sekali. Walau pun saat ini, Presiden Yaman masih belum berdomisili di Yaman. Dikabarkan Ia masih berada di Riyadh, Saudi.
Di akhir pertemuan tersebut, KBRI pun menyampaikan salam balik untuk WNI yang ada di Yaman. Semoga Yaman semakin baik dan KBRI bisa kembali masuk lagi ke Yaman. Setelah itu, ia pun pamit menuju Mazyunah, Oman dan akan kembali ke Salalah, Oman.
Saat ini staff KBRI Yaman di Salalah, Oman berjumlah 10 orang. Diketuai oleh Plt. Dubes Bpk. Sulton Sjahrir. Dan segala pelayanan WNI Yaman masih dialihkan kepada PPI.
Akhirnya setelah pertemuan usai, tepat di malam harinya kedua perwakilan PPI tersebut bertolak pulang ke Tarim, Hadhramaut. Perjalanan antar Shahen-Tatim ditempuh oleh mereka selama 11 jam tanpa hambatan dan pastinya Alhamdulillah, aman. (AM)
An-Nadwa 2017
Majalah An-Nadwa 2017

Majalah An-Nadwa – sebuah majalah karya pelajar di Yaman yang memuat berbagai isu menarik dan berbagai rubrik dan wawasan intelektualisme serta khazanah keislaman di Yaman.
Langsung ajah download disini gan           GRATIS!!
download[4]

Pelajar Madura Darul Mushtofa Mengadakan Maulid, Haul Wali Songo & Awliya/Masyayikh Madura

Tarim, Hadhramaut (12/1).
   Purnama menampakkan senyumnya. Megar bersimbah cahaya. Para bintang tertunduk bersimpuh ta’dzim di sekitarnya. Karena jika bukan karena Sang Purnama maka tak akan adalah bintang gemerlap keluar dari selendang malam nan pekat.
   Seperti halnya tatanan galaksi di atas selendang malam itu. Tepat malam Jum’at itu para Pelajar Indonesia Wilayah Madura yang berada di Pondok Darul Mushtofa mengadakan acara maulid tahunan serta Haul Wali Songo dan Awliya/Masyayikh Madura.
   Acara ini dihadiri oleh para Habaib dan Masyayikh Tarim. Terlihat Habib Muhammad Abdullah Alidrus, Habib Alwi Alidrus, Syekh Umar Abubakar Alkhotib dll. Tidak hanya pelajar Indonesia akan tetapi banyak dari santri Afrika, Syria, dan juga Yaman.
   Berlangsung setelah acara maulid mingguan di Darul Mushtofa (asuhan Al-Habib Umar bin Hafidz) acara ini dibuka dengan pembacaan maulid yang dipimpin langsung oleh para pelajar Indonesia. Kemudian berlanjut acara pada sambutan-sambutan. Sambutan pertama dikemukakan oleh ketua Pelajar Indonesia wilayah Madura yang berada di Darul Mushtofa. Ia mengemukakan bahwa hubungan antara Hadhramaut dengan Indonesia khususnya wilayah Madura sudah terjalin sejak dulu. Karena dakwah para awliya dari tanah Hadhramaut masuk ke Pulau Madura. Ia pun mengungkapkan bahwa Pelajar Indonesia dari Madura berjumlah sekitar 30 orang di Pondok Daarul Mushtofa, “Pelajar Madura berjumlah 30 orang di Daarul Mushtofa beserta furu’nya.” Papar Muhammad Ismail.
Kemudian acara pun dilanjutkan dengan Mau’idzoh Hasanah. Yang pertama oleh Habib Alawi Abdullah Al-idrus. Beliau mengungkapkan tentang mahabbah atau cinta. Pada mau’idzohnya mengatakan bahwa ahli Madura adalah Ahli Mahabbah. Sampai beliau bercerita suatu ketika ada pelajar Indonesia yang dari Madura bertamu ke Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz. Kemudian beliau bertanya, “Kamu asal mana?”. Dijawab oleh santri tersebut, “Saya dari Madura.” Sesaat beliau berkata “Sungguh saya mencium mahabbah (Cinta) dari orang Madura.”
Setelah mau’idzoh pertama dilanjutkan mau’idzoh ke dua oleh Habib Muhammad Abdullah Alidrus. Tak jauh berbeda, beliau pun berdawuh tentang mahabbah. Banyak sekali para pecinta mengungkapkan cintanya pada Sang Kekasih Nabiyyuna Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ada yang menggunakan kasidah, bait-bait syi’ir, nasyid, tarikh, syamail, dll. Tapi paling afdhol (yang terutama dari yang utama) pengungkapan cinta adalah melalui mengikuti akhlak-akhlak Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau berkata, “Afdholut ta’biir hua akhlaaq.” Semoga kita bisa meniru akhlak-akhlak beliau yang lembut. Penuh dengan kasih sayang. Penuh dengan cinta.
Setelah mau’idzoh ke dua acarapun dilanjutkan oleh pembacaan Surat Yaasin yang dipimpin langsung oleh Syekh Umar Abubakar Alkhotib. Di mana pembacaan Surat Yaasin ini ditujukan untuk para awliya tanah Jawa wabil khusus para Wali Songo dan Masyayikh Madura. Acara pun ditutup do’a oleh Habib Muhammad Abdullah Alidrus.
Setelah tuntas terlaksana seluruh rangkaian acara para hadirin pun bergegas membuat lingkaran halaqah berjumlah enam orang. Para malaikat barakah pun berdatangan membawa baki bertengger ayam dilapisi sambal khas dari Madura. Sambal Kacang. Yang dibikin khas oleh tangan-tangan para Pelajar Indonesia di Hadhramaut.
Pelajar Hadhramaut terampil dan kreatif yah!.  ๐Ÿ™‚ (red/azhari)

Ekspos Sejarah Hadhramaut, PPI adakan Rihlah Ilmiah

Berekspedisi menelusuri lorong dan lembah Hadhramaut tidak akan ada habisnya. Negeri tua ini masih menyimpan ribuan misteri dan sejarah. Baik sejarah di era pra-islam maupun sejarah setelah masuknya Islam masih tersimpan rapi di Hadhramaut.

Kamis (25/11), Perhimpinan pelajar Indonesia (PPI) Hadhramaut mengadakan rihlah ilmiyah ke beberapa tempat bersejarah di Kota Seiyun. Rihlah ilmiah ini sangat diminati oleh mahasiswa Hadhramaut terkhusus mereka yang cinta akan sejarah dan budaya. Hal ini bisa dilihat dari jumlah peserta rihlah yang mencapai 62 orang.

Tempat yang dikunjungi diantaranya, museum Al-Katsiry (Qashr Seiyun) yang di dalamnya menyimpan ratusan bahkan ribuan barang antic yang tak ternilai harganya. Salah satunya ialah bentuk tulisan pribumi pra-islam yang diukir di bebatuan. Tulisan kuno ini mereka namakan dengan Abjadiyah Al-Arabiyah Al-Janubiyah Al-Qadimah (Ancient South Arabian Alfhabet), ukiran dan bentuknya sedikit mirip dengan peradaban Mesir kuno.

Setelah note-book dipenuhi catatan ilmiyah sejarah, ketua PPI Hadhramaut, Jihadul Muluk Khalwat, memberi cindera mata untuk Amin Qashr (juru kunci museum) dan memberikan ucapan terima kasih atas pemanduannya selama di dalam museum.

Ekspedisi masih berlanjut ke lokasi berikutnya yang tak kalah pentingnya dalam sejarah Hadhramaut, yaitu Qubah Al-Habsyi. Ialah salah satu tempat bersejarah dengan didirikannya rubat (pesantren) pertama di Hadhramaut, yang mengkader serta menghasilkan para ulama yang telah menjalar keilmuannya seantero dunia.

Di kawasan kubah Al-Habsyi, tepatnya di lokasi rubat, didirikan juga didalamnya gambaran empat masjid yang masyhur didunia islam; masjid Makkah Al-Mukarramah, masjid Nabawiy, masjid Al-Aqhsa dan masiid Al-Azhar Al-Syarif yang lengkap disertai kubah masjid masing-masing. Jika masuk kedalamnya, terlihat mirip sekali dengan bentuknya yang asli. Di dalamnya terdapat pula mihrab ulama-ulama terdahulu. Tak heran jika para mahasiswa menunaikan shalat Ashar berjamaโ€™ah di masjid Al-Aqsha, dengan harapan meneguk berkah masjid muqaddas tersebut.

Last road yang akan mengakhiri ekspedisi kali ini adalah lokasi Kastel Fales, yang dimeriahkan dengan door prize in Fales Castle. Ketua Forum Lingkar Pena Hadhramaut (FLP-H), Taufia Ibnu Karim, turut memeriahkan acara dengan mengadakan lomba menulis bertemakan โ€œHadhramautโ€ yang digelar langsung di area Kastel Fales, dan endingnya di menangkan oleh tiga peserta mahasiswa Al-Ahgaff. (Red. k-oz4L)

RSS
Follow by Email
YouTube
Instagram
Telegram
WhatsApp